Konsekuensi Galbay Pinjol

Siapa yang bisa menolak sebuah kemajuan teknologi di dunia semakin memanjakan masyarakat, khususnya Indonesia. Kondisi seperti sekarang ini dimana hampir semua industri serba online. Beberapa kemudahan misalnya mulai dari bayar tagihan listrik, belanja kebutuhan makanan sehari-hari, hingga jasa peminjaman uang online (pinjol) di perusahaan teknologi keuangan (fintech) sebagai salah satu inovasi baru lima tahun belakangan ini.

FinTech merupakan salah satu alternatif berinvestasi yang menghadirkan pilihan buat Sobat Sikapi yang mempunyai keinginan untuk mengakses layanan jasa. FinTech sendiri merupakan sebentuk teknologi terapan informasi di bidang keuangan yang kali pertama ditemukan di tahun 2004 oleh Zopa sebagai lembaga pinjaman online (pinjol). ​​Berdasar pada riset PortalAsuransi.com Fintech atau pinjaman online memang mendorong transmisi kebijakan ekonomi di Indonesia. Hal ini tentu bisa meningkatkan kecepatan perputaran uang di masyarakat, sehingga ekonomi masyarakat Indonesia bisa meningkat.

Namun, pinjaman online dapat menjadi bumerang bila penggunaannya tidak didasari pada azas kegunaan. Bila sekedar untuk pemakaian yang bersifat konsumtif lebih baik hindari pinjol. Seperti kasus galbay pinjol yang belum terjadi di waktu yang lama ini, sebut saja Meutia warga kota Surabaya yang mencoba mengakali 37 pinjol legal di Indonesia. Sangat disayangkan, bila nasabah seperti Meutia menggunakannya untuk konsumsi sehari-hari dan kurang bertanggung jawab untuk membayar kewajiban tagihan sampai lunas.

Sewaktu mengajukan pinjaman online, sudah pasti nasabah akan diminta memberi data dokumen pribadi sebagai bentuk syarat untuk pihak fintech. Konsekuensi gagal bayar atau galbay tentunya banyak merugikan nasabah sebagai peminjam di masa mendatang.

PortalAsuransi.com meyakini kehadiran perusahaan fintech atau financial technology membantu kehidupan masyarakat Indonesia. Hanya satu dan yang paling penting gunakan dana pinjol untuk kebutuhan yang sangat mendesak saja, dan ingat kembalikan dana tanggung jawab kita sebelum jatuh tempo (japo).(asuransiedukasi/ast)

About the author

AsuransiEdukasi

Edukasi dan informasi mengenai asuransi sangat diperlukan. Tidak hanya perlu dipahami oleh masyarakat yang belum memiliki asuransi tetapi yang sudah mengenalnya.

Click here to add a comment

Leave a comment: